Demi pena , dan apa yang dituliskannya; [68:1]

Saturday, April 11, 2009

kerjasama.

Bismillahirrahmanirrahim [96:1]

Image Hosted by ImageShack.us



Bretton Woods , Annapolis , Kapitalis , NAFTA , Fatah , Kosovo , AUKU , Inflasi , ASEAN , Stagnasi , PPSMI , Stagflasi , Obama , Deflasi , Musharraf , Demokrasi , PBB , AFTA , Krisis Ekonomi , "Bail-out" , Hamas etc.

Istilah-istilah yang memang "cantik di atas kertas" ini membawa saya berfikir,
Mampukah minda saya meng"hadam" isu-isu ini sendiri dalam tempoh masa hendak berangkat ke medan perjuangan yang tidak sampai dua minggu lagi?

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
-baru saya faham, mengapa kanak-kanak kini makin suka melaungkan ayat itu;

"Apa yang penting? Kerjasama! "

Memang sudah menjadi tuntutan hidup rupanya. Teringat zaman sekolah rendah dulu, (atau sejak tadika lagi mungkin;) kalau-kalau kelas saya diberi sesuatu tugasan untuk disiapkan, lazimnya guru yang mengajar akan bertanya terlebih dahulu sebuah soalan seperti ini;

" Murid-murid, kerja ni nak buat seorang atau dalam kumpulan? "

...Dan ketika itu pasti saya seorang sahaja yang berkata "buat seorang, Ustazah!". Tidak pasti kenapa, waktu kecil-kecil dulu memang terasa liat untuk bekerja dengan orang lain. Bekerja dalam kumpulan sentiasa menjadi pilihan terakhir! Sehingga pada waktu itu saya sangat menyukai peperiksaan, kerana itulah satu-satunya aktiviti kelas yang wajib dilakukan secara individu! Agaknya berfaktor daripada bi'ah di rumah yang juga sebegitu; Dibesarkan sebagai anak tunggal membuatkan saya kurang merasa keseronokan berkerja secara berjemaah itu.

Masa terus berlalu, terus membesar dengan suasana persekolahan yang membina. Semakin lama, semakin banyak kerja atau tugasan yang perlu disiapkan secara berkumpulan; mahu atau tidak, saya terpaksa bekerja dalam kumpulan.

Image Hosted by ImageShack.us



...Dan berbelas-belas tahun selepasnya , menjelang waktu-waktu terawal dalam peringkat persekolahan menengah atas ini, saya sudah sepenuhnya mengerti apa kepentingan amal jamaie sebenarnya. Bagaimana? Sejak saya mula memahami (baca : beza ya, dengar dan faham) cara gerak kerjanya Nabi tercinta. Sedang Rasulullah SAW yang sudah tidak dapat dinafikan keagungannya dalam kepimpinan juga rupa-rupanya bekerja secara kolektif!

Bekerja secara kolektif ini adalah etos kerja yang dicetuskan oleh Islam, seperti firmanNya yang bermaksud:

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang tersusun rapi seakan-akan mereka seperti satu bangunan yang tersusun kukuh” [61: 63-64]


Belajar daripada sirah?
Bacalah dengan nama Tuhanmu , Allah Al-Jami'....

--- Penghayatan sifat bekerja secara kolektif ini dapat dilihat melalui peristiwa hijrah, yang mana seluruh tenaga, bakat serta potensi dimanfaat. Dalam peristiwa ini Rasulullah SAW memanfaatkan Abdullah bin Uraiqat (belum Islam) untuk menunjukkan jalan yang paling selamat untuk sampai ke Madinah.; Saidina Ali bin Abi Talib ditugaskan untuk tidur di tempat tidur nabi. Amir bin Fuhairah ditugaskan membawa kambing dan binatang ternakan lainnya untuk menghapuskan kesan laluan Asma’ bin Abu Bakar dan Abdullah bin Abu Bakr. Asma bin Abu Bakr ditugaskan untuk membawa makan kepada baginda di gua Thur. Saidina Abu Bakar dibawa bersama baginda duduk di gua Thur. Manakala Abdullah bin Abu Bakr berperanan sebagai pemberi maklumat kepada baginda dan melaporkan kepada baginda di gua Thur. (al-Buti,1983: 222-224)

...Dan, kini, menjelang (lebih kurang) 12 hari sebelum berangkat ke medan perjuangan, serapan semangat kerjasama daripada Allah Al-Jami' semakin dirasakan. Dan kali ini, memang syaratnya tidak boleh bekerja seorang. 4 orang, kurang seorang , payah!. Hendak meng"hadam" segala pengisian Aakhirul Anba' dan istilah-istilah yang diatas itu, memang sukar dibuat seorang. Alhamdulillah, --- belajar daripada kehidupan. Kerjasama, topik yang subjektif sebenarnya. Tapi, inilah kisahnya melalui perspektif kehidupan saya. Terlihat , dunia tidak dapat lari daripada keseronokan berhibur dengan sunnah ; Apa yang penting? Kerjasama!

WallahuA'lam, Allahumma Solli 'Ala Muhammad.
To Make People Understand.
Bicara-Sang-Khalifah2009
**p/s : Bukan hanya kerjasama yang dituntut , mohon doanya juga untuk kontijen SMIH ke UIAM , 24-29 April ini. Mengembalikan kegemilangan Islam, pada bicara , aspirasi , hakikat dan nama!

3 komentar:

Amy Hakim said...

Assalamualaikum tuan rumah.

without kerjasama, a simple task will be really tough to be completed.

but sadly, most of the time people just dont care. cuz they think that they are greater than anyone else.

sad eh.

anyways, hope thing goes easy on you! :)

-ilisyazwani- said...

waalaikumussalam -
thanks for visiting mine; :)

em, yes, and luckily i had realised that ; now.

but still, sometimes i prefer to work alone. but if i've to work in a team, it is not a problem for me to 'b-kerjasama!';- it feels great to practising sunnah in everyday life.

Amy Hakim said...

:)

Well the most important thing is that u realized it.

and I can’t disagree with you that sometimes we just need to work on our own and at our own pace.

Especially when we're in a group of people who just take things easily & for granted.

A balance will do.