Demi pena , dan apa yang dituliskannya; [68:1]

Thursday, November 07, 2013

quote

Bismillah. 

Decided to pop by here for a sec, just wanna share this ;



 "The mind can be the harshest battleground. It can be the place where the greatest conflicts are carried out. It’s where half of the things you thought were going to happen, never came to be. But if you allow those thoughts to dwell in your mind and fester, they will succeed in robbing you of peace, of happiness, and of everything that is beautiful in this world. 


Tell the negativity committee that meets inside your head to sit down and shut up. Don’t think yourself into a nervous breakdown, into depression, into hopeless defeat. If you’re being negative when you’re alone, the warfare is in your mind. The fight you’ve got to fight is in your mind. You can’t change what has happened, but you can choose how you’re going to deal with it." 



p/s : London's so far so good, alhamdulillah, alhamdulillah :) couldnt ask for more. certainly, my life now is a living proof that "Allah is the most knowing of what He sends down;" (16:101). 






 To Make People Understand. 
Bicara-Sang-Khalifah 2013

Wednesday, September 11, 2013

on the way

Bismillah.

Subhanallah.
Alhamdulillah.
Allahuakbar.

InsyaAllah tomorrow I'll be flying off to the UK, to pursue my studies in Law at 
Queen Mary, University of London. So for now the plan is to study Law (3 years), get an LLB degree and to spend an additional year in London to do BVC before coming home. (Allahumma ameen) I have yet to clearly draw my exact career path (tho I have some possible plans in mind) so for now I'll get the ball to start rolling and see where it goes afterwards. and of course, I'm eyeing for positions that will make it possible for me to contribute to the ummah insyaAllah. Most importantly, I am reallly hoping that this journey will be counted as jihad fi sabilillah in His eyes.
 and hopefully my next 4 years in the UK will be amazeballs-

Stay tune for some nice stories from England (hopefully)
and,Kindly lend me your sincere prayers. jazakumullahukhayran!


an end to a matchless experience




stuff that will define my 'new' life on the other side of the world

Bicara-Sang-Khalifah2013


Thursday, August 29, 2013

2:165

Bismillah.



"overflowing in their love"
Now it hits me that,
I am not there yet.
Need to step up the notch.
Come on.

Bicara-Sang-Khalifah 2013

Tuesday, July 02, 2013

Crying Out Of The Fear Of Allah ᴴᴰ

Thursday, December 27, 2012

semangat?

Bismillahirrahmanirrahim [96:1]

Tentang Semangat.

Satu.

spir·it  (sprt)
n.

1. A particular mood or an emotional state characterized by vigor and animation
2. Strong loyalty or dedication

Dua.


Daripada Imam Hasan Al-Banna, 
Jika mereka bertanya kepadamu tentang semangat, jawablah... 

 Bahawa bara itu masih tersemat dalam dadamu! 
 Bahawa api itu masih bersemayam dalam dirimu! 
 Bahawa matahari itu masih terbit dari hatimu! 
 Bahawa letupan itu siap meledak dalam duniamu! 

 Katakan itu pada mereka, orang-orang yang ragu akan kemampuan dirimu, 
kerana mimpimu saat ini adalah kenyataan untuk esok!

Tiga.

Kisah Mu'adz bin Amr, seorang pemuda Ansar; 


"Pada hari itu saya benar-benar berperang seharian penuh. Tangan saya yang hampir putus itu hanya bergelantungan di belakang. Dan ketika ia menyulitkan saya, saya pun menginjaknya dengan kaki, lalu saya menariknya hingga tangan saya terputus."

-------------------------------------------------------
Selesai pendefinisian.

itulah semangat. vigor and animation. both. 
tak cukup semangat mendidih dalam jiwa namun tidak nampak 'gerak'nya.
Fikir-fikirkanlah.

WallahuA'lam.
Bicara-Sang-Khalifah2012

*maaf, belum berkesempatan utk refine beberapa posts utk publish di sini. boleh juga follow twitter (micro-blog?), @ilisyazwani01 :)

Monday, December 10, 2012

ponder.

Bismillahirrahmanirrahim. (96:1)

“Dibawa seorang lelaki pada hari kiamat lalu dicampakkan ke dalam api neraka sehingga terburai usus-usus perutnya, lalu dia berpusing-pusing di dalamnya umpama seekor himar (keldai) yang sedang berpusing di batu kisarannya.

 Penghuni neraka mengerumuninya seraya bertanya: 'Hai si fulan! Apa yang telah terjadi kepada kamu, bukankah dahulu kamu yang menyuruh kami supaya berbuat kebaikan dan melarang kami daripada melakukan kemungkaran?' 

 Lelaki itu menjawab: 'Sungguh aku menyuruh kamu berbuat kebaikan tetapi aku sendiri tidak mengamalkannya, dan sungguh aku melarang kamu daripada kemungkaran tetapi aku sendiri melakukannya.


[HR Muslim]

Allah. Buat baik pun ada 'risiko'nya?
Mari beringat-ingat. Semoga selamat!
WallahuA'lam.
Bicara-Sang-Khalifah2012

Monday, November 12, 2012

yakinlah.

Bismillahirrahmanirrahim [96:1]

Alhamdulillah...
Alhamdulillah...

Alhamdulillah...

"Keredhaan kepada sesuatu yang tidak disenangi adalah keyakinan tertinggi."
-Saidina Ali k.w.j


Merasa sudah tawakkal , tetapi mengapa tidak tenang?


Kalau dulu saya hanya memerhati, melihat; kini giliran sendiri dan rakan-rakan seangkatan sudah tiba. Menjejak era 'penantian satu penyiksaan' yang bukan mudah. fasa menanti tawaran daripada universiti.

MasyaAllah, tak pernah rasanya hati dicabar untuk merasa tawakkal setinggi ini. Kalah tawakkal malam burung hantu setiap tahun di zaman sekolah dulu. Dan menyebabkan keadaan lebih sukar, adalah untuk tawakkal dalam merasa ada silap besar yang telah dilakukan dalam UCAS form yang telah lama terbang ke tanah Kerajaan Bersatu tu. Terasa bagai 'dizalimi' pun ada juga.

Tapi... bukankah apa yang berlaku adalah takdirNya. Hanya perlu yakin dan percaya apapun yang diberi kelak ada hikmahnya. Tapi syaitan tu licik bukan? Semakin mahu hati menguatkan tawakkal, semakin kuat 'bisikan' kepada hati untuk melemahkan.

Sejujurnya, diri masih merasa 'dizalimi' dan tidak diberi hak yang sepatutnya, atas apa yang berlaku. 
Mujur aku dilahirkan muslim, dengan ajaran untuk terus optimis dan bersangka baik pada susunan takdirNya yang indah dan terbaik.



"Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dialah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu." [6:17]

semoga ada kebaikan dan hikmah, dalam segala-galanya. Kalaulah anda yang membaca sedang berkongsi rasa yang sama dengan saya.... Tawakkal, ne?


"...maka Rabb-mu adalah Allah yang satu KERANA ITU berserah dirilah kamu kepada-Nya;" [22:34]


WallahuA'lam. Allahumma Solli 'Ala Muhammad.
Bicara-Sang-Khalifah 2012

Saturday, July 21, 2012

Ramadhan


Bismillahirrahmanirrahim. [96:1]


Subhanallah...
Alhamdulillah...
Allahuakbar...


Assalamu'alaykum. It has been a long time since the last update. even Blogger has renewed the blogging method! am so sorry for neglecting the blog annnnd...........well, no excuses.


Indeed, the power to make a choice always lies in our hands. And for that we should be constantly reminding ourselves to get on the right track, in order to get into the place that we have been dreaming for since forever. Definitely, its jannah. And now that the Ramadhan has arrived (alhamdulillah!), 
We shall not miss this opportunity to increase the quality and the quantity of our good deeds. 


But Why only now? Why Ramadhan will always be the only time of the year where majority people will suddenly become prominently more "ambitious" in getting into their "dream place"; Why not other days?


Many excuses/reasons can be given but at the end of the day, Allahu A'laam, and only your iman can answer that. No question should be raised as to what extent the arrival of the holy month influences the quantity of our ibadah for the time being. But the question has often been raised on how should we remain steadfast, even after Ramadhan has departed. and thats exactly why we should treat "Ramadhan" (well, since this is the time where it always feels easier to do good deeds; you know, with the special atmosphere prevails everywhere and all) as our training/warming up time to keep our amal at the level that it should be in the next eleven months. As it says that if we're constantly doing something for 40 days, it will eventually "get into" us and become a habit!  (hmm, that exceeds Ramadhan period, but sure we can do it!) Thats sound doable, so why not? and someone has even made it sounded more simpler, 


"Think of 3 things you would like to change about yourself. Write it down and work on it this Ramadan!" 
-Aiman Azlan (famous vlogger)


See, just three dear! Have you got yours? =) 


"What is with you runs out but what is with Allah goes on forever. Those who were steadfast will be recompensed according to the best of what they did.Anyone who acts rightly, male or female, being a believer, We will give them a good life and We will recompense them according to the best of what they did."[An-Nahl 16: 96-7]


I can assure that every single soul of you wants to be rewarded with Jannah at the end of this life race. who wouldnt want to win? Even if it feels so hard, (you know, to leave some bad habits that has been fattening inside us) but if we constantly reminding ourselves with something like this...


"[Other] faces, that Day, will show pleasure. With their effort [they are] satisfied In an elevated garden," [88:8-10]


 we'll surely be motivated. Whos the best motivator if not Him? =) So.....this is the moment, make it happen. and I wish you all the best!


WallahuA'lam. Allahumma Solli 'Ala Muhammad
Bicara-Sang-Khalifah 2012

Wednesday, January 04, 2012

syukur.

Bismillahirrahmanirrahim [96:1]

Subhanallah...

Alhamdulillah...
Allahuakbar...

Banyaknya rezeki sehari-hari! (kredit)

Alhamdulillah, dengan limpahan kasihNya, masih lagi kita terus hidup di atas muka bumi Allah yang luas ini, walau disulami badai ujian yang teramat hebat, bergelen-gelen masalah yang harus ditelan, juga berbakul-bakul kendala yang merintangi perjalanan hidup kita. Masya-Allah. namun lihatlah diri kita. masih teguh berdiri di muka bumi Allah ini, malah masih lagi mampu tersenyum! Hebatnya kita. hebatnya kamu. tapi jangan lupa, dibalik semua ini siapakah yang Maha Hebat? Segala puji bagi Allah Al-Qawiyy, yang daripadaNyalah sumber segala kekuatan! Tiadalah kita masih teguh sekuat ini melainkan dengan izinNya. La hawla wala quwwata illa billah!

Dalam santai-santai petang ini , tiba-tiba saya teringat pula pada sebuah artikel yang mana saya telah dipaksa diamanahkan untuk menulisnya bagi dimuatkan dalam sebuah ruangan di majalah tarbiyatuna PRS (majalah mini keluaran nuqaba hidayah JB ) Keluaran kali itu, berkisar tentang rasa syukur dan berjimat-cermat. (kalau tak silap!) Jadi, hari ini saya cuma ingin berkongsi artikel hasil tulisan saya tersebut. entah anda larat atau tidak membacanya! tapi, mohon ignore sahajalah bahasa-bahasa saya yang agak pelik kedengaran di telinga anda, contohnya ; adik-adik yang dikasihi ke apa ke, kerana saya menulisnya mengikut keadaan saya ketika itu sebagai senpai di sekolah. (ceh) Oh sebelum itu, jazakumullahukhayran kepada saudara An dan saudari Al yang telah mengamanahkan saya untuk menulisnya, andai tidak, mungkin sahaja sampai bila-bila saya tidak dapat berpengalaman mahupun berpeluang untuk menulis dengan agak formal sebegini. (tapi formal tak berapa menjadi T_T) Juga kepada saudara Za yang telah mengeditkan artikel saya untuk dimuatkan dalam majalah tersebut (yang hasil akhirnya kelihatan agak pelik T__T, tapi saya redha sahaja la....sambil meraikan sahajalah citarasa manusia yang berbeza, juga kekreatifan yang pelbagai!) 


----------------------------------
Bismillah.

“Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: `Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?` Tentu mereka akan menjawab: `Allah.` Katakanlah : `Segala puji bagi Allah`; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. ” (QS Luqman : 25)

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam atas nikmat iman dan islam  serta infiniti nikmat daripada Allah yang masih lagi kita kecapi sehingga ke hari ini. Ya, sehingga ke hari ini , walau menggunung dosa yang telah kita lakukan dihadapanNya. Masya-Allah, betapa Allah sangat sayangkan kita!
           
Salam kasih sayang  buat semua pelajar SMIH yang masih lagi setia menjadikan tarbiatuna sebagai santapan minda dan rohani serta Jazakumullah  buat CREW Tarbiatuna (yang sangat ana kagumi semangat juangnya!) yang telah membuka ruang dan peluang untuk ana berceloteh dalam keluaran kali ini. Zahirnya, ana jarang berceloteh, namun diharapkan celoteh ana kali ini menghadiahkan manfaat buat antum semua, insya-Allah.
           
Ana yakin dan percaya, antum semua pasti akan mengangguk setuju sekiranya ana katakan bahawa ketenangan hati adalah antara nikmat yang paling kita ingini dalam kehidupan di dunia ini. Lalu, apa wasilah yang boleh kita ambil untuk mendapatkan ketenangan tersebut.?

Ucaplah 'Alhamdulillah'! (Sumber)

SYUKUR : UKURAN KEHAMBAAN!

Ya, pastinya dengan menjadi hamba yang sentiasa bersyukur! Kerana itulah, apabila ibadah syukur kepada Allah ini kita tinggalkan daripada kehidupan kita, akan muncullah rasa resah dan gelisah dalam hati. Buat apapun serba tak kena rasanya. Kuncinya , mungkin di situ, kerana kita belum lagi CUKUP bersyukur dalam kehidupan ini……….
         
   Sahabat-sahabat dan adik-adik yang dikasihi,

Cuba bersama-sama kita perhatikan ayat cinta Allah yang berikut ini,               

 “ Bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah;” [2:172] 

–Masya-Allah! Betapa tinggi ukuran Allah terhadap hamba-hambaNya yang bersyukur. Allah meredhai kita sebagai sebenar-benar hambaNya, hanya apabila kita bersyukur kepadaNya. Dan pastinya, syukur yang dituntut oleh Allah ini bukanlah sebatas di lisan semata-mata, namun  syukur yang dibuktikan dalam amalan nyata! Menurut Imam al-Junaid, "Syukur ialah seseorang yang tidak menggunakan nikmat Allah untuk melakukan maksiat kepada-Nya".

Itulah dia syukur yang dizahirkan dengan amalan nyata. Apabila kita mampu untuk menggunakan segala nikmat atau rezeki kurniaan Allah untuk melakukan ketaatan kepada-Nya dan memanfaatkannya ke arah kebaikan, bukan kejahatan!

Justeru, renung-renungkanlah, ke mana sahaja kita langkahkan nikmat kaki yang diberi? Bagaimana pula dengan kalam-kalam yang kita lontarkan menerusi nikmat lidah ini? Apa pula yang kita tatap menggunakan nikmat melihat sehari-hari? Dan halwa telinga bagaimana yang kita pilih bagi memuaskan telinga sendiri?  Adakah semuanya sudah kita manfaatkan dengan cara yang diredhai? Ataukah semuanya cukup membawa kita ke destinasi yang membinasakan diri? Semuanya perlu kita instropeksikan sejenak, kerana sememangnya , seluruh kehidupan kita menjadi ukuran syukur padaNya.

Sahabat-sahabat dan adik-adik yang ana kasihi kerana Allah,

Ketahuilah, hanya dengan rasa cinta yang mendalam kepada Allah dan RasulNya yang membolehkan kita terus bersyukur dengan nikmat yang diberi.  Ya, kalau kita masih berani ingkar dan tidak bersyukur, itu tandanya kita masih belum cukup mencintai Allah, yang telah menghidupkan kita. Astaghfirullah~

Dia sebenarnya sudah mengetahui, bahawa dalam kalangan makhluk yang dicipta, hanya sedikit yang bersyukur kembali kepadaNya. "Sesungguhnya Kami (Allah) telah menempatkan kamu sekelian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber/jalan) penghidupan. (Tetapi) amat sedikitlah kamu bersyukur." [7:10] -Maka, rebutlah segala peluang agar kita dapat tergolong dalam kalangan yang sedikit ini!

Akhir kata, sahabat-sahabat, adik-adik, sedarilah, kita cuma berada di taraf hamba di mataNya. Maka, lakukanlah  segala amalan di dunia ini mengikut landasan yang telah ditetapkannya bagi memastikan jalan kita sentiasa lurus , menuju ke syurganya. Ya, sebagai tanda kita benar-benar BERSYUKUR!

PSone :[Sudahkah kita mengucapkan ‘Alhamdulillah’ pada hari ini? J]
PStwo : [Semoga kita tidak menjadi hamba yang tertipu dengan nikmat dunia.]
PSthree : [Biasakan diri berjimat-cermat , mudah-mudahan selamat dunia akhirat!]

"Dan nikmat Tuhanmu hendaklah engkau menyebutkannya sebagai menzahirkan kesyukuran." (Adh-Dhuha:  11)


WallahuA'lam. Bicara-Sang-Khalifah 2012 
To Make People Understand

Monday, January 02, 2012

kacamata?

Bismillahirrahmanirrahim [96:1]

Cuti 6 minggu sudah hampir tamat. 2012 sudah bermula, dan semoga saya lebih rajin menulis di sini. doa-doakanlah.

Balas2 komen antara saya dengan seorang kakak senior (a.k.a kakak-tak-kandung-tapi-muka-ada-iras :p) pada suatu hari (dah lama!) telah menjentik minda saya untuk berfikir,lantas menulis pada hari ini. Dan saya post pendek saya kali ini cuma ada satu point sahaja, dengan harapan semoga kalian dapat memahaminya; insya-Allah.

Kenapa ya? Kalaupun kita orang yang faham fikrah , berdegar-degar juga bila cakap pasal dakwah, dalam usrah pun memang menyerlah, tapi kadang-kadang kita sendiri tak mampu nak melihat kehidupan dunia, atau specifically, ruang lingkup kecil life kita sendiri menerusi kacamata tarbiyah. Apa masalahnya?

Hari tu (dah lama juga..) ini ada isu, seorang blogger (yang 'faham') menghuraikan permainan Angry Birds menerusi kacamata tarbiyah. segala terma-terma dan konsep-konsep tarbiyah diadun dalam penerangannya yang panjang lebar itu. Daripada satu aspek, saya memuji usaha akh ini yang telah berjaya menjaring pemikiran anak-anak muda supaya bermain, sekaligus berfikir daripada satu spektrum yang berbeza. daripada satu aspek yang lain, ada juga buruknya apabila statement2 seperti ini dikeluarkan. biasalah, semuanya ada pro-and-cons. tetapi saya bukan mahu jadi blogger ketiga yang memperdebatkan isu ini. (dok ceykak doh weh!) Tetapi di dalamnya saya melihat ada kejayaan. Kejayaan seorang manusia, yang dapat melihat sesuatu (angry birds, contohnya) menerusi suatu kaca mata yang luar biasa daripada orang lain. yang lebih daripada hanya batasan suatu permainan baling2 burung (betul ke? tak pernah main pun :p) untuk mencari sasarannya sehingga boleh mengaitkan dengan segala bagai terma-terma tarbiyah itu. Hmm, hebat juga.

Entahlah, bukan ini maknanya saya nak menyeru kalian semakin banyak mengaitkan tarbiyah kita dengan agenda2 jahiliyah yang lain pulak! Tapi, mesej moralnya, what you see is what you get (WYSIWYG) , kan? dan kalau kefahaman fikrah itu memang sudah mendarah daging dalam diri, seharusnya dengan mudah kita boleh tempiaskan kefahaman tersebut dengan cara kita memandang dan melihat setiap perkara yang berlaku dalam hidup kita. agar segala-galanya menjadi manfaat buat diri. agenda yahudi pun susah nak meracun, bila semuanya memakai kacamata tarbiyah Islam ini. Tapi itulah masalahnya, kadang-kadang fikrah tu cuma tersekat menjadi santapan minda semata-mata. nak praktis dalam hidup, satu apa pun tak jadi. Apa masalahnya?

Sungguhlah, Allah itu bersama-sama sangkaan para hambaNya. Macam tu juga kehidupan ini. Teringat pula saya pada kata-kata seorang pakar motivasi, sebenarnya tak ada orang jahat atau baik, tapi bila kita tafsirkan yang orang tu jahat, maka jahatlah dia pada pandangan kita, dan bila kita tafsirkan orang itu baik, maka baiklah orang itu, menurut pandangan kita. (aik, betul ke ni?) quote ni mungkin tak 100% tepat pada semua keadaan, but, generally it might be true. Banyakkkk (to the power of 10) sangat perkara dalam hidup ini yang manfaat mahupun mudaratnya tergantung pada sangkaan kita. Jadi, berpada-padalah dalam berfikir dan menafsir sesuatu, ye? dan semoga, kita tidak terhijab daripada mendapat hikmah daripada perjalanan kehidupan ini. Rajin-rajinlah tadabbur, biar mata hati terang.

Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada” (Al-Hajj: 46)


Azamnya, nak belajar daripada kehidupan. Baguslah tu, niat dah ada. Tetapi, antara perkara pertama yang perlu kita islahkan ialah cara kita menafsir setiap perkara di sekeliling kita, supaya kehidupan itu mampu menjadi 'guru' kepada kita. Bersihkanlah hati, bukalah minda. Akal dicipta hakikatnya untuk berfikir bersama-sama hati yang menjadi pengemudinya. Bila Islam menjadi kacamata, taqwa menjadi pakaian, insya-Allah hidup pasti lebih indah, dan berpengajaran :) Pilih spek betul2, jangan jadi orang 'rabun' memanjang!

*p/s : semua ini, sesi -talking-to-myself- biar saya sendiri yang terasa. kalau boleh, kamu juga. :)

WallahuA'lam. To Make People Understand.
Bicara-Sang-Khalifah2011

p/s : ayah dah ada BLOGSPOT juga :)